TANAMAN GREEN HOUSE HIDROPONIK

Hidroponik merupakan cara pembudidayaan tanaman tanpa menggunakan media tanah. Lantas menggunakan apa? Menggunakan air dengan memfokuskan pemenuhan nutrisi tanaman melalui media air tersebut. Usaha pembudidayaan tanaman hidroponik juga memerlukan perhatian atas kestabilan suhu dan kelembabannya serta terjaga dari serangan hama. Untuk itu tanaman hidroponik disimpan di green house dan biasa disebut tanaman green house hidroponik.

Teknik hidroponik ini sebenarnya bisa diaplikasikan ke semua tanaman. Namun, akan lebih baik jika Anda memilih tanaman berusia pendek sekitar 1 tahunan seperti timun, tomat, cabe, bayam, kangkung, paprika dan melon.

HARUSKAH TANAMAN HIDROPONIK DITANAM DI GREEN HOUSE?
Untuk masalah biaya, ini termasuk beragam. Biaya pembuatan hidroponik sederhana tanpa green house lebih murah jika dibandingkan dengan green house hidroponik. Demi menekan biaya konstruksi green house, Anda dapat mencoba hidroponik tanpa green house. Harganya pun lebih terjangkau. Namun, green house hidroponik sederhana dan hidroponik tanpa green house memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Green house hidroponik sederhana
Hal yang membedakan tanaman green house hidroponik dan green house lainnya hanyalah media penanamannya, yaitu air. Sehingga, desain dan material green house hidroponik juga pada dasarnya sama dengan gren house lainnya. Hanya saja, green house hidroponik dapat didesain lebih kecil tanpa rangka yang ribet. Ketinggian atap dan lebar dindingnya cenderung kecil, sebab kebanyakan tanaman hidroponik bukan berupa pepohonan.

Kelebihan :

  • Intensitas cahaya yang diterima tanaman di batas normal, yaitu dibawah 10.000 foot candles atau setara dengan 110.000 lux meskipun sedang musim kemarau.
  • anaman terbebas dari hama dan sejenisnya.
  • Green house juga melindungi tanaman dari air hujan. Sebenarnya, air hujan sangat membantu proses hidroponik ini. Namun, ketika air hujan yang berlebihan masuk ke penampungan nutrisi akan membuat kadar nutrsinya pun ikut menurun bersamaan dengan meningkatnya air dalam penampungan. Sehingga rasio air dan nutrisi tanaman tidak berbanding dengan baik
Baca juga   PILIHAN GREENHOUSE MURAH DAN FUNGSIONAL

Kekurangan :

  • Tanaman green house hidroponik jenis ini memerlukan biaya investasi yang tinggi karena memerlukan bangunan konstruksi dan ditutupi dengan plastic UV.

Hidroponik tanpa green house
Melihat harga plastik UV yang mahal dan belum lagi kontruksi bangunan green house yang rumit, ternyata hidroponik juga dapat dilakukan tanpa green house. Dengan kata lain, hidroponik beratapkan langit. Kita bahkan lebih sering menjumpai teknik hidroponik tanpa green house ini. Sebab, kebanyakan petani kita lebih memilih cara ini untuk menghemat biaya. Kenapa dikatakan hemat? Sebab, dalam pembuatannya Anda tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk membeli material bangunan tanaman green house hidroponik. Anda hanya perlu memodali penginstalan produksinya saja. Namun, cara ini memiliki resiko yang cukup besar antara lain :

  • Tanaman menjadi kerdil dan pahit. Hal ini disebabkan oleh pemaparan sinar matahari dengan intensitas tinggi yang merangsang pembentukan “alkaloid”. Belum lagi, sinar matahari langsung pada “exposure time” dapat mengurangi zat Clorophyl tanaman. Sehingga tanaman tidak berwarna hijau segar.
  • Tanaman mudah terserang hama. Air hujan yang sering membahasahi tanaman sangat memungkinkan pertumbuhan penyakit cendawan mata kodok yang pastinya mengganggu tampilan daun tanaman Anda. Pada dasarnya, untuk masalah serangan hama itu sendiri tergantung daerahnya. Sehingga Anda harus lebih teliti dan jeli memilih lahan hidroponik.
  • Nutrisi tanaman akan berkurang jika penampungan air hidroponik tercampur dengan air hujan yang berlebihan. Sebab air bertambah, kadar nutrisi akan berkurang karena perbedaan rasio nutrisi dan air.

Itulah informasi mengenai tanaman green house hidroponik. Sekarang Anda pun tahu sekarang bahwa tanaman hidroponik tidak melulu harus ditanam di green house. Selamat menanam!